Friday, January 16, 2009

" Harami Cross + " Oil Chart Hourly


Pola ini terdiri dari bearish candlestick yang panjang dan candlestick yang pendek atau doji yang berada didalam area bearish candlestick yang panjang.
Pola candlestick ini menunjukan tekanan bearish yang makin melemah tapi tekanan bullishnya belum cukup untuk reversal ( balik arah ), sering diartikan sebagai akhir trend bearish yang masih menunggu konfirmasi. Tetapi bisa diartikan juga sebagai peluang adanya koreksi trend untuk melanjutkan trend bearishnya.
Harga Oil pernah mencapai level terendah 35.59 ( 26 Des '08 ), koreksi naik lagi 50.45 ( 06 Jan '09 ) kemudian turun 35.51 ( 14 Jan '09 ). Level tersebut ditembus membentuk harga low baru 33.19 ( 15 Jan '09 ), koreksi harga dari level ini sementara menuju level 36.15 an ( retrace 38.2% dari 37.97 ) untuk turun lagi ( melanjutkan trend bearish ) atau berbalik arah naik ( reversal ).

Melemahnya Harga Minyak Mentah

Minyak Mentah Melemah Tajam, OPEC Potong Proyeksi Permintaan

Harga minyak mentah berjangka pada akhir perdagangannya di bursa Nymex dini hari tadi (16/01) tampak mengalami penurunan tajam. Minyak mentah anjlok lebih dari 5% seiring dengan menguatnya kekhawatiran bahwa kondisi ekonomi akan memburuk. Resesi yang makin buruk menyebabkan permintaan minyak mentah mengalami potensi terus melemah.

Pada penutupannya, minyak mentah Nymex untuk kontrak bulan Februari mengalami penurunan sebesar 1.88 dolar dan ditutup pada posisi 35.40 dolar per barel. Posisi harian terendah yang sempat dicapai pada perdagangan malam tadi adalah pada harga 33.20 dolar per barel, terendah sejak tanggal 19 Desember lalu. Sementara itu harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 39 sen dan ditutup pada posisi 44.69 dolar per barel.

Anjloknya harga minyak mentah disebabkan oleh data jobless claims di AS mengalami peningkatan tajam minggu lalu. Sementara itu potensi melemahnya permintaan dipertegas oleh proyeksi OPEC. Organisasi eksportir minyak ini memprediksi akan adanya penurunan permintaan minyak mentah global sebesar 180,000 barel per hari pada tahun 2009 ini.

Analis Vibiz Research memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah dalam waku dekat masih akan bergerak dalam trend yang bearish. Penurunan kuota OPEC dan konflik yang terjadi di Timur Tengah tampaknya tidak memberikan dampak sebesar penurunan permintaan. Diperkirakan harga minyak akan kembali mengetes level terendah Desember di posisi 32.40 dolar per barel. (Vibiznews – Commodity)