Friday, May 28, 2010

Pola Candlestick pada Chart GBPUSD 4H


Pada chart gbpusd terdapat " Hanging Man ", pola ini sebenarnya pola Umbrella yang muncul pada trend bullish. Pola ini biasanya diartukan sebagai munculnya peluang untuk merubah arah trend ( reversal ) menjadi bearish terutama jika candlestick berikutnya adalah bearish candlestick dengan volume besar.
Sebenarnya warna body tidak terlalu berpengaruh hanya tekanan reversal pada hanging man warna hitam ( yin ) lebih kuat daripada hanging man warna putih ( yang ).

Kemungkinan harga akan terkoreksi sekitar 61.8% di level 1.4392, fibonacci retracement dari 1.4258 dengan 1.4610. Sebagai resistancenya di 1.4527, saat ini harga gbpusd ini baru terkoreksi sekitar 50% nya di level 1.4434.

EUR/USD Mentok di 1.2450, Merosot Lagi dibawah 1.2400

Pemulihan mata uang Euro dari terendah 1.2150 pada hari Selasa diperpanjang lagi selama sesi Eropa, seiring dengan kekacauan utang Eropa makin meningkat, kemudian pasangan mata uang ini kembali tembus diatas area resisten 1.2385/90 dan akhirnya terhenti di tertinggi sesi 1.2450, dan akhinya anjlok ke level dibawah 1.2400 sementara ini.

Mata uang Euro masih membangun pondasi pemulihannya dari level terendah 4-tahun kendati Peter Rosenstreich, analis teknikal pada ACM – Advanced Currency Markets melihat level resisten kuat yang dapat menahan harga kedepannya : “Di jangka pendek ini, perhatikan level resisten di area 1.2450 (ini sekaligus merupakan area neckline dari pola inverse head&shoulder yang formasi nya gagal). Resisten kunci masih di tertinggi 13 Mei pada 1.2685, dan jika ada momentum untuk menembus level itu, maka ada kemungkinan formasi double bottom dikonfirmasi pada grafik 1 jam.”
Di sisi sebaliknya, Rosenstreich menunjukkan level support penting di 1.2145: “jika turun lebih dalam, area support utama masih valid di area 1.2145 (Low 19 Mei), sementara support kuat jika downtrend kembali berlanjut terletak di 1.2045.”

Minyak Mentah Melonjak Lebih Dari $1 Seiring Saham Rally

Kontrak minyak mentah naik lebih dari $1 per barel hari Jumat karena rally pasar saham and ekspektasi naiknya konsumsi bahan bakar AS.

Pengiriman minyak mentah untuk Juli naik sebanyak $1.04 ke tingginya $75.59 per barel sebelum kembali ke perdagangannya $1 lebih tinggi di $75.55.

Nikkei Lanjutkan Penguatan Ikuti Wall Street

28 Mei 2010

Indeks Nikkei Jepang menguat 1.7% di hari Jumat setelah negara Cina menyebutkan Eropa kembali menjadi pasar investasi utama untuk cadangan devisanya, sehingga ini mengurangi kegelisahan pasar finansial dan menjadikan bursa saham A.S menguat tajam.

Secara teknikal bias dapat dikatakan bullish selama harga bergerak di dalam trend channel bullish. Sementara indikator stochastic pada grafik 1 jam menunjukkan Nikkei sudah berada pada area overbought, mengindikasikan koreksi bearish menuju area 9740, break dibawa area tersebut akan memicu koreksi bearish lanjutan menuju area 9660. Resisten terdekat ada pada area 9835 – 9875, tembus diatas area tersebut akan memicu momentum bullish lanjutan menuju area 9930.

Resistance Level : 9835,9875, 9930
Support Level : 9740,9660, 9600
Expected Range : 9660 – 9875
Bias : Bullish

Emas Dapat Menguat Terkait Kekhawatiran Eropa Dorong Permintaan – Survey

28 Mei 2010

Emas dapat melambung terkait krisis hutang Eropa dorong minat logam mulia sebagai alat lindung, menurut survey.

22 dari 26 trader, investor dan analis yang disurvey Bloomberg, atau 85% mengatakan logam dapat mengalami penguatan pekan depan. Dua orang memperkirakan harga akan menurun dan dua lagi memilih netral. Emas untuk pengiriman bulan Agustus naik 3.4% pekan ini di $1,215.50 per ons di New York kemarin. “pasar masih bergejolak dan gelisah terkait krisis Eropa masih menjadi fokus utama,” kata Jim Pogoda, investor di Summit, New Jersey, dan mantan trader logam mulia untuk Mitsubishi International Corp. “Meskipun emas tertekan dari beberapa spekulasi likuidasi pekan lalu, kenaikannya cukup baik karena pembelian sebagai safe-haven dan munculnya pembelian di level rendah” katanya.
Logam mulia merosot 4.2% pekan ini sampai 21 Mei, terbanyak sejak Desember, akibat penjualan oleh beberapa investor untuk menghindari kerugian pasar lainnya. Logam mulia mencapai rekor pada 14 Mei terkait investor mencari jalan aman di tengah krisis hutang Eropa. Indeks MSCI World melorot ke level terendah sejak Juli.

Euro Melemah Terhadap Yen Akibat Kekhawatiran Regulasi

28 Mei 2010

Euro melemah terhadap yen terkait krisis keuangan Eropa akan mengakibatkan pengetatan regulasi keuangan meredam permintaan untuk aset yang beryield lebih tinggi.

Mata uang melemah ke level rendah enam bulan terhadap dollar setelah menteri keuangan AS Timothy F. Geithner mengatakan AS dan Eropa dalam “kesepakatan” tentang perlunya peraturan pengetatan pasar. Dollar Australia melemah, memangkas penguatan pertamanya dalam lima pekan, sebelum pertemuan bank sentral pekan depan dimana pembuat kebijakan diperkirakan menetapkan suku bunga setelah tiga bulan kenaikan. “Trend negatif euro belum berakhir terkait krisis meluas dari Yunani sampai Spanyol dan Portugal,” kata Marito Ueda, direktur marketing senior FX PRIME Corp., perusahaan marjin forex di Tokyo. “Mereka tidak dapat menyelesaikan masalah dalam satu atau dua hari. Investor tidak dapat segera membeli euro kembali.”
Euro melemah ke 112.14 yen di Tokyo dari 112.55 di New York kemarin, melemah 0.9% pekan ini. Mata uang Eropa $1.2331 dari $1.2362. Euro telah melemah 7.3% bulan ini. Dollar 90.95 yen dari 91.04 sebelum menyentuh 91.09 kemarin, level tertinggi sejak 20 Mei.

Oil Jumps More Than $2 as China Reaffirms Support for Europe


(Bloomberg) -- Crude oil surged more than $2 a barrel as equities and the euro rallied after China affirmed its commitment to investing in Europe.

Oil climbed as much as 4.1 percent as China denied as “groundless” a report that it’s reviewing its euro holdings and the nation’s sovereign-wealth fund said it’s maintaining European assets. The euro gained 1 percent, boosting the appeal of commodities as an alternative to the dollar.

“If China were really looking to offload euro-denominated debt, that would put downward pressure on the euro, and the euro-dollar rate has been one of the key factors in oil prices,” said Adam Sieminski, chief energy economist at Deutsche Bank AG in Washington.

Economic News

The Commerce Department reported the U.S. economy grew for a third consecutive quarter and the Labor Department said jobless claims declined, signals that energy demand may recover with an economic rebound.

U.S. GDP increased by an annual rate of 3 percent in the first quarter, a slower pace than the 3.2 percent gain calculated last month. The figure was also less than the 3.4 percent median estimate of 79 economists surveyed by Bloomberg News.

Initial jobless claims fell by 14,000 to 460,000 in the week ended May 22. Economists had forecast that jobless claims would drop to 455,000.
“The big news is U.S. macroeconomic data is still solid,” said Jason Schenker, president of Prestige Economics LLC, an Austin, Texas-based energy consultant. “Growth is the story.”

The Organization for Economic Cooperation and Development forecast yesterday that the global economy will expand 4.6 percent this year and 4.5 percent in 2011, compared with an average of 3.7 percent during the decade through 2006 as growth in emerging economies outpaces debt-burdened developed countries.

‘Technical Rebound’

Oil jumped 4 percent in New York yesterday, the most since September, after a Commerce Department report showed U.S. durable goods orders rose for the fourth month in five in April.

“We’re experiencing a technical rebound after a massive selloff, and we expect this to continue to $75 to $77,” said Eugen Weinberg, an analyst at Commerzbank AG in Frankfurt. “In the medium term, we expect demand will not keep pace with supply and oil will fall again below $70.”