Wednesday, August 3, 2011

Transaksi Konsumen Dorong Laba Mastercard

MasterCard Inc. berhasil membukukan kenaikan laba sebesar 33% sepanjang kuartal kedua, yang melampaui perkiraan para analis, seiring melonjaknya volume dan proses transaksi.
MasterCard Inc. dan juga Visa Inc.,yang merupakan rival utamanya, telah memperlihatkan lonjakan laba pada kuartal terakhir seiring meningkatnya penggunaan kartu oleh konsumen untuk keperluan belanja. Pada pekan lalu, Visa juga melaporkan terjadinya lonjakan 40% pada laba kuartalan.
 
MasterCard mencatat laba sebesar $608 juta atau $4,76 per saham, naik dari $458 juta atau $3,49 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total pendapatan juga meningkat sebesar 22% menjadi $1,67 milyar. Sementara para analis dalam sebuah survei memperkirakan perusahaan akan mencatat laba sebesar $4,23 per saham, dengan total pendapatan mencapai $1,55 milyar.
 
Saham MasterCard melonjak sekitar 4,5% dalam perdagangan pre-market hari Rabu.

Yen Stabil Disaat Bersamaan Franc Melemah

SNB memanfaatkan kelengahan para pelaku pasar di bursa Eropa hari Rabu dengan melakukan intervensi di pasar uang untuk melemahkan mata uang super kuat Swiss Franc, sementara Poundsterling terkerek naik paska data positif sektor jasa.
 
Mata uang Yen Jepang, rival safe haven swiss franc masih stabil jelang meeting kebijakan moneter 2 hari BoJ. Terdapat rumor bahwa otoritas Jepang sedang menyiapkan amunisi untuk mengintervensi penguatan mata uang yang terlampau berlebihan.
 
Pertanyaannya kini seberapa lama efek intervensi SNB terhadap pair currency USD/CHF, karena para investor masih cenderung menimbun mata uang safe haven ditengah ketegangan market. Bank Sentral sendiri masih mengamati perkembangan market dan siap untuk mengambil tindakan tambahan memerangi apresiasi Swiss Franc.

Emas Masih Diborong Bank Sentral, Target Potensial 1700

Bank sentral terutama negara berkembang seperti Korea dan Thailand telah menambah pembelian Emas hingga $10 milyar untuk cadangan devisa nya tahun ini sebagai sinyal runtuhnya keyakinan internasional pada obligasi negara Barat dan mata uang seperti dollar maupun Euro.
 
Berdasarkan data IMF per hari Rabu, Thailand melakukan pembelian Emas untuk kali kedua tahun ini, menaikkan cadangan devisa menjadi 127 ton emas, sementara Rusia membeli 5.85 ton emas, menjadi 836.7 ton devisa Emas, negara pemegang logam mulia kedelapan terbesar dunia.
 
Secara kumulatif, bank sentral emerging market telah membeli sekitar 180 ton emas, hampir dua kali lipat dari 73 ton emas yang dibeli bank sentral secara global sepanjang 2010. Permintaan yang tak henti-hentinya ini berimbas pada penguatan harga spot Emas sekitar 17% tahun ini ditopang oleh kekhawatiran pelemahan ekonomi negara maju akibat hutang yang besar dibarengi pertumbuhan yang suram.
 
Mexico termasuk pembeli Emas terbesar sepanjang tahun ini, mencapai total $5.3 milyar pembelian Emas, atau setara dengan 98 ton emas, diikuti dengan Russia yang telah membeli 48 ton emas senilai $2.6 milyar. Sebelumnya Korea turut mengkonfirmasi pemeblian 25 ton emas di bulan Juni dan July.
 
Ini berarti bank sentral masih melihat harga emas belum terlampau tinggi, diekspektasikan Bank sentral masih menjadi peminat utama Emas terutama pada negara yang memiliki peningkatan cadangan devisa namun kepemilikan emasnya masih relative kecil seperti China. Bank sentral China sejauh ini merupakan pemilik Emas keenam terbesar dunia, namun hanya mncapai 1.6% dari total cadangan devisa nya senilai $2.5 trilyun.
 
Data IMF juga menunjukkan Russia, Kazakhstan, Yunani, Ukraina dan Tajikistan juga menambahkan pembelian Emasnya sejak dua bulan lalu. Bahkan Rusia selalu membeli Emas setiap bulannya dalam 5 tahun terakhir.
 
Secara teknikal, bias Emas masih bullish di seluruh time frame dan belum ada sinyal warning teknikal yang menandakan Emas mencapai level top, oleh karena itu harga masih berpotensi bergerak sideways cenderung keatas dengan resisten terdekat di 1679, sebelum mengincar level psikologis 1700. Di sisi bawahnya, level support terdekat terletak di area 1655 & 1637.

Wall St Berbalik Negatif Pasca Rilis Data AS

Wall Street berbalik negatif padasesi perdagangan hari Rabu pasca rilis beberapa data ekonomi AS yang cenderung mixed, ditambah berlanjutnya kekhawatiran atas masalah hutang zona Euro dan kekhawatiran atas kemungkinan downgrade rating kredit AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average terlempar dari area positif dan harus kehilangan sekitar 150 poin atau 1,25% untuk menuju penurunan 9 sesi beruntun, dengan saham Boeing menunjukkan kinerja terburuk di antara saham-saham lainnya.
 
S&P 500 dan Nasdaq Composite juga bergerak lebih rendah dengan masing-masing kehilangan 1,5% dan 1,67% sejauh ini. Di antara sektor-sektor kunci S&P, saham kesehatan dan energi menunjukkan performa terburuk.
 
Data pesanan pabrik-pabrik AS yang dirilis hari Rabu memperlihatkan penurunan 0,8% pada bulan Juni, terseret oleh lemahnya permintaan untuk peralatan transportasi, menurut laporan Departemen Perdagangan. Sementara Institute for Supply Management pada waktu yang bersamaan juga merilis data yang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa AS turun menjadi 52,7 pada bulan Juli, yang merupakan level terendah sejak Februari 2010

Bursa Regional Asia Negatif

Outlook ekonomi global yang suram menekan pasar saham regional. Nikkei anjlok 2.2%, S&P/ASX 200 merosot 2.0%, HSI turun 1.8%, Kospi melemah 2.6%, Taiex turun 1.5%, Sensex turun 1.1%, Shanghai Composite melemah 0.2%, STI anjlok 1.6%, dan NZX-50 turun 0.8%.
Di pasar saham, USD/JPY menguat. EUR/JPY di 109.67 dari 109.52 hari Selasa sore di New York; USD/JPY di 77.16 dari 77.14. EUR/USD di 1.4213 dari 1.4200. 
Para pejabat Jepang termasuk menteri keuangan Naoto Kan dan gubernur BoJ Shirakawa membahas penguatan yen, Kan menegaskan ia sedang memperhatikan pergerakan yen, sementara Shirakawa memberi peringatan dan menegaskan BoJ siap untuk mengambil sikap jika diperlukan. China fokus pada stabilisasi harga properti agar ekonomi tidak masuk ke dalam resesi.
Lembaga pemeringkat China, Dagong Global Credit Rating telah menurunkan peringkat hutang AS dari A+ menjadi A dengan outlook negatif, menurut kantor berita Xinhua. PMI Hong Kong bulan Juli naik menjadi 51.4 dari 50.3 pada bulan Juni akibat pesanan yang meningkat. Penjualan ritel Australia bulan Juni turun 0.1% vs perkiraan  kenaikan 0.3%. Surplus perdagangan Australia bulan Juni A$2.05 miliar vs bulan Mei surplus A$2.70 miliar dan perkiraan surplus sebesar A$2.2 miliar.  
Spot emas di $1,662.30/ons, naik $2.20 dari perdagangan New York. Minyak Nymex bulan September turun 40 sen menjadi $93.39/barrel di Globex.

Gold Hits Fresh Record High

Gold prices are at a fresh all-time high of $1,662.40/oz on a flurry of safe-haven buying. 
Gold is up $2.30 from its previous settlement of $1,660.10/oz and market participants are expecting more gains later in the global day as continuing turbulence in the European and U.S. markets heightens the yellow metal's appeal as a safe-haven asset. 
Gold had been trading lower for much of the day amid profit taking in Asia, but analysts expect poor macroeconomic sentiment and concerns over global growth to keep gold's upward trend intact in the medium term. 


Pajak Orang Kaya Akan Dinaikkan

Presiden Barack Obama telah menandatangani rancangan penghematan negara sebagai undang-undang di Washington, Selasa sore waktu setempat atau Rabu (3/8/2011). Dia memperingatkan, penghematan ini barulah langkah awal dari perjalanan panjang AS dalam memulihkan perekonomiannya.  

"Ini adalah langkah penting untuk meyakinkan bahwa sebagai sebuah bangsa, kita dapat  hidup hemat. Ini barulah langkah awal saja," kata Obama di Taman Mawar di Gedung Putih.  
Obama berpidato setelah Senat dengan suara 74-26 akhirnya meloloskan rancangan penghematan setidaknya sebesar 2,1 triliun untuk 10 tahun tersebut. Rancangan pengematan itu sebelumnya sudah disetujui DPR AS dengan suara 269-161.

Senat meloloskan paket penghematan itu hanya beberapa jam dari tenggat waktu dan menghindarkan AS dari gagal bayar. Sudah banyak pihak yang mengkhawatirkan jika AS mengalami gagal bayar akan membuat perekonomian dunia kacau balau.    

Obama juga memberikan sinyal akan mengampanyekan kenaikan pajak terhadap perusahaan kaya. Usulan ini sebenarnya sudah ditolak Republik karena lebih menginginkan penciptaan lapangan kerja. "Seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya, kita tidak dapat membuat anggaran seimbang hanya dengan dukungan semua orang yang telah menderita karena resesi. Semua orang harus ambil bagian, itu baru adil," katanya.    

Keputusan ini disambut baik oleh Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dengan menyatakan bahwa keputusan ini baik untuk perekonomian AS maupun untuk perekonomian global. 
Kepiawaian Obama dalam mengatasi masalah ekonomi juga menjadi pertaruhannya menjelang pemilu 2012. Setelah menjabat sebagai presiden, ekonomi merupakan masalah pelik yang dihadapi Obama. Ia telah berjanji tidak akan membuat sektor pendidikan mahal dan riset pemerintah dihentikan secara tiba-tiba.  

Para ekonom telah memperingatkan, pengetatan anggaran pemerintah akan membuat pertumbuhan AS sedikit tersendat. Sebelum pemungutan suara dilakukan, Departemen Perdagangan AS mengumumkan belanja konsumen yang merupakan penggerak utama ekonomi AS turun 0,2 persen pada Juni lalu dibandingkan dengan Mei. Sedangkan pendapatan personal stagnan  hanya naik 0,1 persen saja.  
Kedua angka tersebut setidaknya memberikan gambaran bahwa pada kuartal kedua 2011 pertumbuhan ekonomi AS bisa jadi di bawah 1,3 persen, angka yang diperkirakan para analis dan ekonom.

Lembaga Pemeringkat Cina Pangkas Lagi Rating Hutang AS

Lembaga pemeringkat hutang dari Cina, Dagong Global Credit Rating Co kembali menurunkan rating hutang AS hari Rabu dan memperingatkan downgrade lanjutan, dilaporkan kantor berita Xinhua. Dagong memangkas Treasurys AS ke A dari A +, dengan outlook negatif, dengan mengatakan pertumbuhan hutang AS masih melampaui pertumbuhan pendapatan. 
Langkah terbaru tersebut terjadi menyusul downgrade Dagong terhadap hutang AS dari AA menjadi A + pada bulan November, mengutip peluncuran QE2 oleh Federal Reserve. "Badan itu mengatakan persetujuan untuk menaikkan plafon hutang mengindikasikan bahwa tidak akan ada perubahan positif dalam faktor-faktor yang akan mempengaruhi kemampuan negara dalam hal pembayaran hutang dalam jangka panjang," demikian laporan dari Xinhua

Media Cina : AS Masih Menghadapi 'Bom Waktu' Hutang

AS masih menghadapi krisis hutang jangka panjang paska lolosnya proposal untuk meningkatkan plafon hutang negara guna menghindari default, dilaporkan badan resmi surat kabar Cina, Xinhua News yang mengatakannya dalam sebuah komentar pada hari Rabu.
Batas hutang yang lebih tinggi "gagal untuk menjinakkan bom hutang Washington untuk selamanya, hanya menunda sebuah ledakan langsung dengan membuatnya sedikit tertunda," kata Xinhua.

"Kombinasi kenaikan
batas utang dan pengurangan belanja tidak cukup menjadi pukulan yang cukup kuat untuk mengatasi masalah yang cukup besar dalam kekhawatiran yang lebih dalam terhadap keuangan Washington."

Xinhua mendesak AS untuk menggelar langkah-langkah untuk menyeimbangkan anggaran federal, dan memperingatkan bahwa kredibilitas AS akan
anjlok lebih dalam jika gagal melakukannya.
Editorial juga mengkritik perpecahan politik yang tajam di AS, mengatakan "itu hanya lebih masuk akal untuk berbicara tentang pemerintah yang bertanggung jawab daripada berdebat terhadap pemerintah besar atau pemerintah kecil."

Toshiba Dilaporkan Akhiri JV Dengan Fujitsu

Toshiba Corp berencana untuk menarik diri dari usaha patungan ponsel dengan Fujitsu Ltd pada semester pertama 2012, dilaporkan Yomiuri Shimbun pada hari Rabu.

Fujitsu, yang saat ini memiliki saham
sebesar 80.1% dalam usaha patungan tersebut, didirikan Oktober 2011, mengatakan pihaknya berencana untuk mengakuisisi 19.9% sisanya yang dimiliki oleh Toshiba. Toshiba kemungkinan akan menarik diri dari usaha patungan tersebut, yang disebut dengan Fujitsu Toshiba Mobile Communications, untuk berkonsentrasi pada bisnis inti seperti semikonduktor, kata laporan tersebut.

Joint venture tersebut memiliki sekitar 20% dari pangsa pasar handset ponsel Jepang, kedua terbesar setelah Sharp Corp, yang memiliki sekitar 26%.

Hang Seng Ikuti Wall Street

Bursa saham Hong Kong tergelincir pada hari Rabu pagi terkait kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi mengakibatkan terjadinya aksi jual di Wall Street semalam, dengan saham utama yang mendapatkan hantaman terbesar
Indeks Hang Seng merosot 2.1% menjadi 21,953.50, dan Hang Seng China Enterprises Index kehilangan daya 2.6% menjadi 11,958.65. Saham operator pelabuhan, Cosco Pacific Ltd anjlok 7.3% dan perusahaan perdagangan Li & Fung Ltd turun 5.6% akibat kekhawatiran meningkatnya tekanan atas ekonomi global. Sektor properti dan perbankan saham Cina juga terpukul keras, dengan China Resources Land Ltd yang kehilangan daya 4.1% dan Bank of China Ltd turun 3.4%. Saham HSBC Holdings PLC kehilangan daya 2.1% sehari setelah menentang kejatuhan pasar yang terjadi secara luas terkait optimisme hasil babak pertama solusi penanganan hutang. Shanghai Composite Index menyerah 0.8% menjadi 2,658.92.

Bursa Tokyo terendah dalam 4 bulan

Bursa saham Jepang jatuh yang paling rendah lebih, dalam empat bulan ini, setelah penurunan tak terduga akibat kekhawatiran belanja konsumen AS meningkat karena pertumbuhan ekonomi negara terbesar di dunia itu goyah dan akan merugikan eksportir Jepang. 
Honda Motor Co, produsen mobil yang mendapat 40% lebih dari penjualannya di Amerika Utara, menurun 1,6%. Canon Inc, produsen kamera terbesar di dunia  yang meraih 80% lebih penjualannya di luar negeri, turun 1,9. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (8306), bank negara terbesar berdasarkan nilai pasar, kehilangan 2,5 persen setelah rating dipotong di Daiwa Securities Capital Markets Co

Nikkei 225 Stock Average turun 1,8% menjadi 9.669,02 pada pukul 09:08 di Tokyo. Indeks Topix turun 1,7% menjadi 829,67 yang dipicu oleh penurunan 33 kelompok industri. Kedua indikator  bursa itu  memiliki penurunan terbesar sejak 15 Maret.

"Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS meningkat," kata Hiroichi Nishi, manajer ekuitas pada Nikko Securities SMBC Inc di Tokyo.

Anjlok 2.5%, Kospi Terseret Ke Level Rendah

Kospi anjlok 2.5% menjadi 270.50, level terendah sejak akhir Juni akibat kecemasan pemulihan ekonomi global. Meski bargain hunting dapat membantu indeks, pelemahan tampaknya masih berlanjut paling tidak sampai 1.5%.
"Outlook jangka pendek kesediaan dan permintaan saham lokal  tidak terlalu baik." Investor asing terus melakukan aksi jual, sementara institusi lokal telah melakukan pembelian memasuki sesi ke 13, kata analis Hyundai Securities, Bae Sung-young.

Berikut adalah saham shipbuilders dan auto yang memimpin pelemahan :

- Hyundai Heavy anjlok 4.3% menjadi KRW389,500
- SamsungHeavy merosot 4.2% menjadi KRW40,750
- Hyundai Motor turun 4.5% menjadi KRW214,000
- Kia Motors melemah 3.7% menjadi KRW74,800.

Sentimen Pasar Gerus Hang Seng

Hang Seng mengikuti pelemahan tajam saham Wall Street tadi malam (02/08) di tengah kecemasan mengenai kondisi ekonomi AS. 
Castor Pang, kepala riset Core Pacific-Yamaichi memprediksi hari ini indeks akan anjlok sekitar 200-300 poin. "Kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi AS mempengaruhi sentimen perdagangan. 
Untuk jangka pendek indeks akan merosot ke kisaran level 21,500-21,600." Saham developer Hong Kong anjlok, setelah pemberitaan transaksi properti anjlok sampai 37% per bulan dan 51% per tahun menjadi 7,291 pada bulan Juli. Kemarin (02/08) HSI ditutup turun 1.1% menjadi 22.309.

Kondisi Ekonomi Global Kikis Gain Nikkei

Data ekonomi AS yang lemah dan pelemahan EUR/JPY setelah yield obligasi 10 tahun Italia dan Spanyol menyentuh level tinggi baru menekan Nikkei 1.8% menjadi 9670. 
"Perhatian utama pasar beralih pada outlook ekonomi AS," kata Takashi Ushio, manajer umum Marusan Securities. Level support di 9600. Investor juga bersikap skeptis apakah trend yen akan berakhir terkait spekulasi yang berkembang bahwa pihak otoritas Jepang akan melakukan intervensi di pasar mata uang. 33 Topix subindeks melemah dengan Renesas Electronics anjlok 5.3% menjadi Y621 setelah membukukan penurunan laba Q1. Toyota Motor anjlok 1.3% menjadi Y3,120 meski outlook laba naik. Fast Retailing meningkat 0.4% menjadi Y14,030 setelah hasil penjualan bulan Juli dari unit Uniqlo naik 11%.

Emas Raih Rekor Tinggi : Buruknya Outlook AS, Kekhawatiran Hutang

Emas melonjak 1.5 persen ke level tertingginya ( 1661.75 ) karena investor mencari safe haven di tengah kekhawatiran terkait goyahnya tingkat belanja konsumen AS dan menurunkan kemungkinan credit rating top-notch AS.

Bullion menuju kenaikan terbesar harian dalam tiga bulan bahkan sei
ring Kongres meloloskan paket pemotongan defisit. Presiden Barack Obama diperkirakan akan menandatangani RUU itu menjadi undang-undang, mengakhiri kekhawatiran default pemerintah.

Pasar keuangan difokuskan pada prospek pertumbuhan downgrade
yang dapat menghancurkan rating kredit AAA Amerika Serikat . Langkah tersebut akan meningkatkan biaya pinjaman dan kejatuhan lebih lanjut ekonomi, meningkatkan safe haven untuk emas.

Spot emas bertahan naik hingga 1.4 persen pada $ 1,640.06 per ons, setelah menyentuh rekor kesembilan tahun ini di atas $ 1,640. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember lalu naik $ 21.30 ke $ 1,643 per ons.

Kontrak CPO Ikuti kekhawatiran Ekonomi AS

Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia berakhir sedikit lebih rendah, karena kekhawatiran terhadap ekonomi global dan harga minyak mentah yang turun diimbangi oleh ekspektasi produksi lebih rendah dan meningkatnya permintaan dalam waktu dekat.
Kontrak berjangka jagung AS melonjak batas hariannya pada hari Selasa seiring perkiraan hujan untuk tanaman gagal meredam kekhawatiran tentang kerusakan hasil panen.

Harga minyak jatuh pada hari Selasa karena
melemahnya data ekonomi AS yang memicu kekhawatiran terhadap ekonomi bahkan saat Kongres AS meloloskan pemangkasan anggaran pada waktunya untuk menghindari default untuk negara konsumen minyak terbesar di dunia tersebut.

Minyak jatuh pada hari Selasa dan emas melonjak ke rekor tertinggi karena para investor khawatir tentang prospek ekonomi AS, dan naiknya permintaan untuk bahan baku dalam perekonomian terbesar di dunia setelah pemerintah mengesahkan undang-undang untuk memotong pengeluaran dan menaikkan plafon hutang.

S&P Downgrade Rating Nokia

Standard & Poor’s pada hari Selasa memangkas peringkat Nokia Corp. menjadi 'BBB' dengan outlook negatif, setelah produsen ponsel raksasa asal Finlandia tersebut melaporkan penjualan pada kuartal kedua yang lebih rendah dari perkiraan di segmen perangkat & layanan.
"Meskipun kemitraan strategis antara Nokia dan Microsoft bisa membantu perusahaan dalam meningkatkan daya saing di pangsa pasar smartphone, kami perkirakan margin operasional dan harga saham Nokia masih akan turun sepanjang masa transisi," kata perusahaan.
 
Saham Nokia diperdagangkan melemah lebih dari 2% dalam sesi hari Selasa.

Agenda FOMC Untuk Selamatkan Ekonomi

Federal Reserve sebagai pembuat kebijakan mulai menimbang langkah-langkah tambahan untuk menopang pemulihan setelah pertumbuhan turun di bawah 1 persen pada semester pertama tahun ini. 
"Minimal FOMC akan memiliki agenda debat serius tentang pilihan kebijakan mengenai apa yang harus mereka lakukan dan apa yang mereka harapkan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan," kata Roberto Perli, mantan direktur di Divisi Fed untuk Urusan Moneter "Pertumbuhan di babak pertama nyaris nol." tambahnya lagi.
 
Ben S. Bernanke mengatakan dalam kesaksian kongres pada bulan Juli, bahwa Fed mungkin mengambil tindakan baru jika ekonomi memburuk, termasuk memulai putaran ketiga pembelian obligasi. Bank Sentral juga bisa memotong suku bunga, bank membayar pada kelebihan cadangan dan berjanji untuk memegang aset-asetnya pada rekor tinggi dan suku bunga pada rekor terendah untuk jangka waktu lama, katanya.

Downgrade, Bukan Sekedar Ancaman

Perusahaan pemeringkat rating, Moody’s Investors Service mengatakan peringkat kredit AS mungkin diturunkan untuk pertama kalinya karena keprihatinan bahwa disiplin fiskal dapat meringankan langkah-langkah pengurangan hutang. Adanya anggapan bahwa ekonomi AS yang melemah juga merupakan alasan kenapa Moody’s berencana menurunkan peringkat AS.
Pemangkasan peringkat akan menaikkan tensi terhadap perselisihan antara Presiden Barack Obama dan anggota parlemen Republik atas pemotongan belanja dan pajak  yang akan merugikan prestise AS dan sistem keuangan global. 
 
Sementara itu, JPMorgan Chase & Co memperkirakan bahwa downgrade akan menaikkan biaya pinjaman negara sebesar $ 100 miliar per tahun. Hal ini juga bisa melukai ekonomi AS dengan meningkatkan biaya hipotek, kredit mobil dan jenis lain dari pinjaman terikat dengan suku bunga yang dibayarkan pada obligasi.
 
Moody`s Investors Service menempatkan AS di bawah ulasan untuk downgrade pada 13 Juli untuk pertama kalinya sejak 1996. Standard & Poor menempatkan pemerintah AS pada pemberitahuan 18 April bahwa resiko kehilangan rating AAA, kecuali jika anggota parlemen menyetujui rencana tahun 2013 untuk mengurangi defisit anggaran dan hutang nasional.
Fitch Ratings mengatakan bahwa AS sedang dikaji karena beban hutang negara yang meningkat dengan kecepatan yang tidak konsisten, sekali lagi memungkinkan downgrade terhadap AS.

Dow Turun Untuk 8 Sesi Berturut-turut

Saham AS didera aksi jual, ditutup turun tajam pada level rendah sesi hari Selasa dengan Dow turun 8 sesi berturut-turut ditengah kecemasan melambatnya pertumbuhan ekonomi meski setelah Presiden Barack Obama menandatangani kesepakatan untuk menghindari default hutang. 
Dow Jones Industrial Average ditutup dibawah level psikologis 12,000. Terakhir kali indeks blue-chip turun selama 8 hari berturut-turut adalah pada Oktober 2008. S&P 500 dan Nasdaq  turun ke bawah MA200. S&P 500 berada teritori negatif untuk tingkat tahunan.
 
Beberapa jam menjelang batas waktu untuk menghindari default, Presiden Obama menandatangani anggaran yang menaikkan batas hutang senilai 14.3 triliun dollar dan rencana untuk memangkas defisit AS dalam waktu 10 tahun. Obama mengatakan anggaran tersebut adalah “langkah awal” untuk kelangsungan hidup AS namun dibutuhkan usaha lebih untuk kembali membangun perekonomian. 
 
Sementara, agensi rating Fitch mengatakan meski resiko default “sangat kecil,” masih banyak yang harus dilakukan pemerintah untuk mempertahankan peringkat hutang. “Saya tidak begitu yakin kesepakatan hutang dapat diterima atau apakah itu yang diinginkan semua orang,” ucap Steven Carl, kepala perdagangan saham pada Williams Capital Group. “Pandangan trader luas untuk melihat jika terjadi apapun di luar sana.”