Hewlett-Packard's (HPQ) premarket slump continues to worsen, with the stock now sitting at what would be a 6-year low if it opens at current levels.
Shares of the lumbering PC giant--which may not be in the consumer side of that business for much longer--bottomed after the financial crisis at $25.39, which was the lowest level since mid-2005.
They're now off 18% premarket to $24.15 amid fretting about the cost of buying UK software company Autonomy (AU.LN) as CEO Leo Apotheker--whose lineage is in software, not hardware--seems to be moving HPQ to look more like IBM.
It got out of PCs 6 years ago and now focuses on software, services and enterprise hardware. Its stock hit an all-time high last month.
Friday, August 19, 2011
Hewlett-Packard Poised To Hit 6 -Year Low
Pergerakan V-Shaped Dollar AS
Dollar AS tiba-tiba terpukul dan bentuk pergerakan V-shaped setelah adanya rumor emergency meeting yang bakal diadakan The Fed.
Sentimen pasar Eropa sedikit membaik setelah Spanyol berikan program penghematan fiskal senilai $7 milyar Euro untuk mengembalikan keyakinan pasar obligasi.
Fluktuasi pasar mata uang semakin lebar, seiring tambahan peringatan resiko resesi oleh ekonom JP Morgan, sekaligus memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi AS melalui GDP Q4 turun menjadi 1% dari sebelumnya 2.5%, dan proyeksi GDP Q1 2012 turun menjadi 0.5% dari sebelumnya 1.5%.
| Reactions: |
Meroket ke Atas $1850, Emas Bukukan Rally Mingguan Terbesar Sejak 2007
Emas reli ke rekor tertinggi baru $1877,00 per troy ons, sekaligus mencetak rekor kenaikan mingguan terbesar sejak April 2007 dipicu oleh eskalasi kecemasan ekonomi global yang semakin melambat sehingga mendorong saham melemah dan meningkatkan permintaan safe haven.
Peranan Emas sebagai safe haven masih besar ditengah problem pemulihan ekonomi dikombinasi dengan krisis utang zona Eropa dan koreksi pasar saham yang tajam. Pasar Asia meneruskan kekacauan setelah dilaporkan indeks manufaktur AS anjlok ke level terendah sejak 2009, laporan pengangguran meningkat tajam, laporan penjualan rumah jatuh. Morgan Stanley & Deutsche Bank bahkan memangkas prediksi pertumbuhan China, dan memprediksi ekspansi AS & Eropa yang semakin lemah mulai melukai ekspor China.
Ancaman inflasi juga menjadi salah satu katalis positif Emas, terpantau biaya hidup di AS meningkat 0.5% di bulan Juli dari bulan Juni, dua kali lipat dibanding hasil penjajakan sebelumnya sebesar 0.2%. Di China sendiri, inflasi menanjak pada laju tercepat nya dalam 3 tahun terakhir.
Dari sisi permintaan, peningkatan investasi Emas dari China sekitar 44% di triwulan kedua, merupakan kedua terbesar setelah India. Sedangkan di India permintaan investasi Emas melonjak 78% di triwulan kedua.
Berdasarkan faktor-faktor diatas, kenaikan Emas diperkirakan masih mengincar level $1900 di jangka pendek, level koreksi masih mungkin terjadi menguji area $1700
Nikkei di Guncang Gempa Dan Isu Resesi
Indeks bursa NikkeiJepang berakhir ditutup turun 2,5% dihari ke tiga beruntun di hari Jumat, terluka oleh kekhawatiran resesi AS dan gempa bumi yang mengguncang timur laut Jepang di akhir perdagangan.
Namun benchmark akhirnya berhasil menahan posisi di atas level rendahnya yang tercatat awal bulan ini.
Investor Asia mendadak melepas posisi di indeks Nikkei futures setelah gempamengguncang 20 menit sebelum pasar tutup, pelaku pasar menuturkan meskipun sempat memangkas kerugian namun tidak ada laporan tentang kerusakan besar.
Cina Masih Yakin Dengan Ekonomi AS
Wakil presiden Cina berikan dukungan terhadap ketangguhan ekonomi AS. "Ekonomi AS sangat tangguh dan miliki kapasitas yang kuat untuk pulih kembali," tutur Waki Presiden Xi Jinping. "Kami percaya ekonomi AS akan menjadi lebih baik setelah selesaikan tantangan yang ada." Ini merupakan komentar pemimpin Cina pertama setelah S&P turunkan peringkat kredit AS.
Meski demikian, media Cina telah berulang kali mengkritik kebijakan fiskal Washington yang timbulkan ketidakpastian atas aset dollar yang dimiliki Beijing. Analis perkirakan 2/3 cadangan devisa Cina, yang mencapai $3,2 triliun, disimpan dalam bentuk aset keuangan berdenominasi dollar. Xi telah mendapat penjelasan dari Wakil Presiden AS, Joe Biden, atas upaya yang dilakukan pemerintah AS demi gairahkan aktivitas ekonomi, ciptakan lapangan pekerjaan, selesaikan masalah utang, dan menjaga kepercayaan investor global.
Sementara itu, indeks Dow futures coba kurangi penurunan di awal sesi London. Dow futures kini diperdagangkan 10842, mulai menjaga jarak dari level rendah harian 10788
Meski demikian, media Cina telah berulang kali mengkritik kebijakan fiskal Washington yang timbulkan ketidakpastian atas aset dollar yang dimiliki Beijing. Analis perkirakan 2/3 cadangan devisa Cina, yang mencapai $3,2 triliun, disimpan dalam bentuk aset keuangan berdenominasi dollar. Xi telah mendapat penjelasan dari Wakil Presiden AS, Joe Biden, atas upaya yang dilakukan pemerintah AS demi gairahkan aktivitas ekonomi, ciptakan lapangan pekerjaan, selesaikan masalah utang, dan menjaga kepercayaan investor global.
Sementara itu, indeks Dow futures coba kurangi penurunan di awal sesi London. Dow futures kini diperdagangkan 10842, mulai menjaga jarak dari level rendah harian 10788
| Reactions: |
Sterling Coba Ambil Bagian Safe Haven
Selama beberapa minggu terakhir ini kita perhatikan Sterling mengepakkan sayapnya sebagai mata uang yang bisa diperhitungkan menjadi safe haven. Meskipun demikian masih banyak pihak yang meragukan hal tersebut, ekonomi Inggris sendiri masih tertekan dan peluang kenaikan bunga Inggris sangat kecil.
Perbedaan tingkat suku bunga AS dan Inggris yang berpotensi menyusut seharusnya masih memicu tekanan Sterling, tapi mata uang ini malah melanjutkan reli terhadap mata uang lainnya pekan ini meskipun adanya komentar negatif dari hasil minutes pertemuan BoE dan data lainnya menunjukkan ekonomi menghadapi tantangan lebih besar beberapa bulan mendatang.
Lalu mengapa Poundsterling tetap popular? hal ini disebabkan rating kredit AAA Inggris, dan alasan kedua adalah sebenarnya para investor tidak mempunyai banyak pilihan lain.
Pentingnya rating AAA dapat terlihat dari jumlah arus modal asing yang masuk ke pasar aset Inggris terutama Obligasi Inggris yang telah menyebabkan yield anjlok ke level rekor terendahnya.
Fakta bahwa poundsterling hanya mewakili sekitar 4% dari cadangan devisa valas global, dibandingkan dengan 60% untuk dollar, maka ada kemungkinan bank sentral mulai melakukan diversifikasi aset non-dollar.
Pilihan utama diversifikasi para investor terutama pada Poundsterling, hal ini disebabkan keyakinan para investor terhadap pemulihan ekonomi Inggris dibanding ekonomi negara lainnya. Di kondisi normal arus modal cenderung mengarah pada aset safe haven tradisional seperti Switzerland dan Jepang, tapi karena reli di kedua mata uang dalam beberapa bulan terakhir terlampau tajam sehingga ekonomi Swiss dan Jepang semakin terancam sehingga Bank Sentral juga mengambil langkah baru untuk menghentikan arus modal tersebut.
Tentunya hal ini menyebabkan para investor tidak memiliki opsi lain selain mencari lahan safe haven ke tempat lainnya. Buktinya berdasarkan laporan Bank of New York Mellon, mata uang Australia dan Canada serta Brazil menjadi semakin menarik di luar kebiasaan tampak dari arus investasi yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir.
Seberapa lama hal ini dapat berlangsung, jawabannya tergantung pada kondisi keyakinan pemulihan ekonomi AS, atau progress pencegahan default zona Eropa, kedua faktor tersebut dapat mengembalikan sentimen safe haven menjadi normal
| Reactions: |
U.S. stock index futures drop, gold at new high
(MarketWatch) -- U.S. stock index futures posted heavy losses Friday, while gold futures continued to soar into record territory as growth worries continued to pressure global equity markets. Futures on the Dow Jones Industrial Average fell 156 points to 10,861, while Standard & Poor's 500 Index futures dropped 18.70 points to 1,124.80. Nasdaq 100 futures dropped 32 points to 2,050.
Gold for December delivery traded as high as $1,872 an ounce in electronic trade, according to FactSet Research, and changed hands in recent action at $1,868, a rise of $40.
Gold for December delivery traded as high as $1,872 an ounce in electronic trade, according to FactSet Research, and changed hands in recent action at $1,868, a rise of $40.
| Reactions: |
Efisiensi, Bank of America PHK Ribuan Karyawan
Sektor tenaga kerja Amerika Serikat masih diwarnai aksi PHK. Tidak hanya pada sektor manufaktur, lini perbankan juga mulai melangsingkan pos pengeluarannya. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Bank of America (BofA) siap memangkas 3500 SDM pada kuartal ini.
Kebijakan Bank of America untuk merumahkan pegawai adalah buah dari restrukturisasi perusahaan. Program tersebut diharapkan bisa tuntas pada akhir September mendatang. Seluruh divisi mengalami PHK, terutama investment banking dan trading. Lebih jauh, jumlah karyawan yang diberhentikan juga akan bertambah dalam beberapa bulan ke depan. Menurut sebuah sumber yang dikutip Wall Street Journal, direksi mulai berpikir untuk mem-PHK total 10.000 SDM.
Mendengar kabar tersebut, investor melepas saham BofA karena takut diharuskan menambah jumlah kepemilikannya. Mengingat BofA masih harus melunasi beban dari kewajiban hukum dan kredit. Alhasil, harga saham BofA sudah tergerus separuh dari level tertinggi Januari lalu ($15 per lembar). Kamis kemarin, saham BofA diperdagangkan pada level $7.01.
Demi meningkatkan nilai aset dan membangun basis modal yang kuat, BofA juga segera menjual portofolio kartu kredit Kanada ke TD Bank Group. Perseroan sudah kehilangan lebih dari $22 miliar dari sektor pendanaan rumah dalam empat kuartal terakhir.
KOSPI: Pemerintah Upayakan Pemulihan
Awal bulan Agustus merupakan hari-hari yang kelam bagi indeks KOSPI Korea Selatan.
Pasalnya baru menginjak awal bulan, dalam enam hari perdagangan berturut-turut, indeks telah tumbang 17.1 persen dan menguras hingga 209 triliun won dari perputaran uang di pasar. Indeks mencatatkan level terendah dalam 13 bulan terakhir sejak Juli 2010.
Ambruknya bursa paling atraktif di Asia ini terutama akibat aksi jual masif lantaran lonjakan sentimen negatif terkait diturunkannya peringkat hutang Amerika oleh S&P.
Downgrade tersebut dikhawatirkan memicu tersendatnya pemulihan ekonomi Amerika dan menyulut terjadinya perlambatan ekonomi global. Padahal Amerika merupakan pangsa pasar utama bagi negara gingseng ini.
Mengantisipasi hal tersebut, pihak regulator finansial negara telah mengingatkan bahwa ‘pertumpahan darah’ di pasar dapat merembet ke ekonomi riil. Maka guna meredam anjloknya pasar lebih lanjut, pemerintah pun tidak tinggal diam.
Sejumlah pelaku pasar menyebutkan pemerintah akan segera merilis langkah kebijakan stimulus pasar guna mencegah terjadinya krisis pasar
Lenovo: Kami Tidak Kalah dari Apple
Kinerja penjualan produk Apple makin bagus, tidak hanya di Eropa dan AS, namun juga di wilayah China. Untuk kali pertama kali dalam sejarah, Apple berhasil menggeser Lenovo dari posisi penjual produk teknologi terbesar di China.
Angka penjualan Lenovo di China naik 23,4% menjadi $2,8 miliar dibanding tahun lalu. Menurut Yang Yuanqing, Chief Executive Lenovo, data tersebut menunjukkan bahwa posisi perseroan di China sangat kuat. Namun performa tersebut sia-sia karena penjualan iPhone, iPad dan Mac di wilayah China, Jong Kong dan Taiwan sudah mencapai $3,8 miliar hingga bulan Juli.
Lenovo memang tidak menyertakan Hong kong dan Taiwan dalam kalkulasi laporan keuangan. Meski penjualan di dua negaa itu terbilang bagus, Lenovo harus mencetak sales $1 miliar untuk mengimbangi Apple. Namun hal itu hampir dipastikan tidak mungkin. "Akumulasi penjualan di dua negara itu tidak akan bisa mencapai $1 miliar," ujar Jenny Lai, Kepala Riset Taiwan, HSBC.
Menanggapi perhitungan tersebut, pihak Lenovo berdalih bahwa kedua perusahaan memiliki kalkulasi berbeda. "Perbandingan itu tidak imbang," ujar Yuanqing. Ia menilai bahwa bisnis utama Lenovo adalah komputer desktop. Sedangkan Apple lebih ke penjualan perangkat telepon dan hiburan. Kedua perusahaan memang memiliki varian produk serupa, namun tingkat penjualan masing-masing produk sangat berbeda. Lenovo sangat mumpuni dalam PC market, sedangkan Apple digemari oleh komunitas teknologi dan ponsel. "Jika bicara tentang bisnis PC, Kami masih jauh di depan rival lain," ujar Yuanqing. Pangsa pasar Lenovo di China naik 2,3 poin persentase pada kuartal lalu menjadi 31,7%
Hindar Resiko Terus Gerogoti Sterling
Pada seisi jeda siang di akhir pekan hari Jumat, Poundsterling terpantau melemah terhadap Dollar AS bila dibanding sesi kemarin.
Pelemahan terutama akibat merosotnya sentimen untuk beresiko sehingga turut memicu penurunan tajam di pasar saham. Sementara buruknya angka penjualan ritel Inggris juga menambah sentimen negatif terhadap permintaan GBP.
Anjloknya data aktivitas pabrik negara bagian Philadelphia AS kian menambah kecemasan investor atas melambatnya pertumbuhan global, sementara krisis hutang berkepanjangan di zona Euro juga semakin merusak kepercayaan investor terhadap blok tersebut. Alhasil, aksi hindar resiko disertai aksi jual masif membuat Sterling terkoreksi.
Meski demikian, Pound tetap ditawarkan lebih tinggi terhadap Euro dikarenakan ekonomi Inggris terlihat sedikit lebih baik dibandingkan zona Euro.
| Reactions: |
KOSPI: Minus 4,5%, Level 1800 Jadi Kunci
Efek dari kejatuhan bursa Amerika Serikat dan Eropa kian memburuk. Di Asia, seluruh indeks utama lebur diguncang kecemasan ekonomi. Indeks KOSPI bahkan terkoreksi 4,5% ke level 1776.67 di tengah perdagangan yang volatile.
Aksi jual asing dan institusi sudah mendominasi nilai transaksi hari ini yang mencapai KRW634 miliar. Namun indeks berhasil menjauh dari level terendah sebelumnya, 1758.87, setelah Korea Exchange menghentikan program trading selama 5 menit. Hal ini dilakukan karena KOSPI200 futures sudah jatuh lebih dari 5%. Otoritas berupaya meredam kepanikan di lantai bursa.
Level kunci 1800 menjadi perhatian utama untuk waktu dekat. Sektor defensif seperti utilitas dan telekomunikasi mampu menutupi sentimen negatif. Berikut ini adalah saham-saham yang paling aktif diperdagangkan:
- Korea Electric Power (015760.SE) naik +1.2% ke KRW21,250
- Korea Gas (036460.SE) melonjak +4.2% ke KRW33,350
- SK Telecom (017670.SE) naik 1.0% ke KRW157,500
- KT (030200.SE) mencetak 0.4% ke KRW38,900
- LG Chem (051910.SE) rontok 10.5% ke KRW329,000
- Hanwha Chemical (009830.SE) merosot 13.5% ke KRW30,800.
November, MU Masuk Bursa Singapura
Niat Manchester United (MU) untuk meraup dana segar kian dekat kenyataan. Setelah sempat dispekulasikan untuk masuk ke bursa Hong Kong, klub sepakbola ini akhirnya memutuskan untuk IPO di Singapura.
Jika tidak ada aral melintang, saham MU bisa diperdagangkan pada November tahun ini. Wall Street dan IFR melaporkan bahwa MU sudah mendaftarkan segala dokumen kepada otoritas bursa Singapura untuk melengkapi niat tersebut. Sejak diambil oleh keluarga pengusaha asal Amerika Serikat (AS), Glazer, rasio hutang juara liga Inggris ini terus membengkak. Untuk membayar beban tersebut, Glazer kabarnya siap melepas 25-30% saham di Singapura.
Sebelum pengambilalihan ownership pada 2005 silam, MU sesungguhnya sudah terdaftar di bursa saham Inggris. Takeover MU oleh Glazer pada kala itu menghabiskan dana 790 poundsterling. Nilai total saham yang dilepas mencapai 600 juta poundsterling. Di Asia. MU mempunyai basis penggemar sampai 300 juta orang. Adapun koordinator IPO yang ditunjuk oleh Glazer adalah Credit Suisse.
Berkah! Emas Ukir Rekor Sejarah $1844
Ambruknya pasar saham dunai membawa berkah bagi komoditas emas. Logam mulia ini kembali melonjak tajam hingga lebih dari 2%, menembus rekor tertinggi sejarah di atas US$ 1.844 per ons.
Kekhawatiran seputar kesehatan perbankan Eropa membuat investor membuang aset-aset yang berisiko tinggi seperti ekuiti saham dan beralih memburu investasi yang aman, seperti emas dan juga surat berharga pemerintah AS.
kekhawatiran masalah Eropa dan angka ekonomi AS yang negatif juga telah membuat bursa Wall Street dilanda aksi jual besar-besaran, dengan indeks Dow Jones merosot lebih dari 400 poin.
Sampai dengan hari ini, harga emas sudah melonjak hingga 10% dalam 2 pekan, sekaligus menjadi performa 2 pekan terbaik sejak medio Februari 2009.
| Reactions: |
Pasar Fokus Pada Berita Buruk Eropa
Pasar akan fokus pada berita-berita mengenai update terbaru perekonomian Eropa Hari Jumat ini. Kekhawatiran terhadap sistem perbankan Eropa membuat pasar saham di kawasan ini dan Amerika Serikat anjlok Kamis kemarin (18/8). Apalagi ditambah buruknya data ekonomi AS dan terindikasi industri teknologi mulai mendapat imbas negative dari pelambatan ekonomi dunia.
“Kami mencari berita-berita headline… Orang terlalu fokus pada pencarian berita buruk. Semuanya terjerembab. Meski produksi industri naik, orang masih berkata kita akan masuk resesi,” Kata Chris Rupkey, kepala ekonom di Bank of Tokyo-Mitsubishi.
Hari Kamis, data-data ekonomi AS memberikan sentimen negatif ke pasar, setelah sebelumnya terjerembab akibat aksi jual di Eropa dan spekulasi bahwa perbankan Eropa mendapatkan pengaruh negatif dari krisis hutang Eropa. Bank sentral Eropa mengungkapkan bahwa ada sebuah bank yang meminjam $500 juta untuk satu minggu, dan Wall Street Journal melaporkan bahwa Fed sedang berdiskusi dengan perbankan Eropa yang membuka cabang di AS untuk memastikan bahwa mereka tidak memiliki masalah pendanaan.
| Reactions: |
Bursa Hong Kong Terpukul: Perbankan dan Properti
Bursa Hong Kong terpukulturun pada hari Jumat pagi seiring aksijual di Wall Street dan pasar Eropa membuat investor menjauh dari ekuitas dan mendukung aset yang aman, dengan bank dan saham propertimenjadi yang paling terpukul. Indeks Hang Seng menyerah 2.7% menjadi19,472.51, dan Hang Seng China Enterprises Indeks kehilangan 3% menjadi 10,398.62. HSBC Holdings PLC tenggelam 3.5%, Bank of Communications Comerosot 3.3% setelah menggebrak laba interim untuk pemberi pinjaman Cina yang besar dengan pertumbuhan laba di atas ekspektasi, tapi kembali mengecewakan karena membatalkan suatu pembayaran dividen interim. Saham properti dijual turun seiring meningkatnya keengganan resiko, dengan China Resources Land Ltd turun 5.1% dan Sun Hung Kai Properties Ltd turun 3%. CNOOC Ltd anjlok 3.8% dan PetroChina Co menumpahkan daya 3.2% setelah harga minyak jatuh semalam. Cina Shanghai Composite turun 1.2% menjadi 2,528.92.
QBE Pangkas Perkiraan Laba Fiskal Berjalan
QBE Insurance Group Ltd pada hari Jumat menurunkan perkiraanlaba tahunan setelah mengalami klaim bencana yang lebih tinggi. Saham yang sempat naiik tersebut, jatuh 10% pada awal perdagangan.
Perusahaan asuransi terbesar Australia mencatat kenaikan 53% laba padasemester pertama, di bawah titik tengah perkiraan untuk kenaikan sebesar50% -60%, dan mengatakan itu pemantauan peluang akuisisi di Eropa.
Resiko individu yang besar dan bencana klaim terjadi karena adanya tornadoyang parah di Amerika Serikat, gempa bumi di Selandia Baru dan angin topan di negara bagian Queensland Australia.
"Karena tingkat bencana yang luar biasa di babak pertama dan terkait adanya kejadian tersebut, kami telah menurunkanperkiraan berbagaipendapatan asuransi kami untuk sekitar 11% -14% dari premi yang diterima bersih," dikatakan QBE. Perkiraansebelumnya adalah untuk margin sebesar 15% -18%.
Perkiraan premi QBEsetahun penuh meningkat menjadi sedikit di atas $17 miliar setelah sempat naik sebesar $8.94 miliar pada semester pertama. Premi yang diterima bersih diperkirakan akan mencapai $15 miliar setelah mendapatkan $ 6,78 milyar pada semester pertama.
| Reactions: |
Noda Janjikan Akan Hentikan Penguatan Yen
Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda mengatakan mata uang Yen di pasar memerlukan adanyaintervensi dan dia sudah siap untuk bertindak untuk membendung kekuatanYen yang dapat menggagalkan pemulihan ekspor.
"Saya akan terus memantau pasar secara hati-hati dan saya akan mengambil tindakan tegas bila diperlukan," kata Noda kemarin dalam sebuah pidato di Chiba, dekat Tokyo. Intervensi "adalah upaya terakhir - akan menjadi tidak berarti jika terjadi tidak secara tiba-tiba dan mengejutkan."
Departemen Keuangan dan BoJ bertemu kemarin di Tokyo untuk membahas yen yang mendekati kekuatan tertingginya setelahpeperangannya terhadap dolar, dua minggu lalu setelah pihak berwenang turun tangan. BOJ akan perlu untuk menambah stimulus untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut yang diberikan oleh ketidakpastian akibat dari kejatuhan bursa saham serta pergerakan oleh rekan-rekan bank sentral lainnya untuk memudahkan kebijakan, dikatakan seorang ekonom Jepang,Yoshimasa Maruyama.
"Intervensi sendiri tidak dapat mengubah lintasan jangka menengah dari mata uang," kata Maruyama, seorang ekonom senior di Itochu Corp di Tokyo. "Pelonggaran tambahan dari BOJ tidak dapat dihindari.
Subscribe to:
Posts (Atom)