Monday, August 29, 2011

Gejolak Dollar Masih Berpotensi Terulang Pekan Ini

 dollar as kembali terseret setelah komentar bernanke pekan lalu, meskipun QE3 tidak jadi diberikan namun para pelaku pasar menyadari Bernanke tidak menentang pemberian stimulus tersebut namun hanya tertunda hingga meeting FOMC berikutnya di bulan September atau November.
Imbasnya, investor spekulatif mendorong posisi net short dollar terhadap mata uang major merangkak naik sekitar $17.7 milyar, atau 17% lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya, berdasarkan data CFTC yang terakhir.
Pekan depan merupakan akhir dari musim summer di AS, namun bukan berarti para investor akan mulai relax, seiring dengan dirilisnya data penting non farm payroll. Sementara ini ekspektasi atas data tersebut masih positif melanjutkan kenaikan dari bulan sebelumnya pada 74,000, jika data NFP jatuh dibawah ekspektasi maka dollar AS berpotensi bergerak volatile seiring dengan terjadinya risk aversion / pengalihan resiko.
Selain NFP, data lain yang ditunggu diantara lain personal income, personal spending, consumer confidence, minutes FOMC dan laporan ISM Manufacturing AS.

Harga Emas Cenderung Stabil

 Harga emas mulai stabil dan terkonsolidasi setelah anjlok cukup tajam dari titik tertinggi sebelumnya.
Terpantau sejauh ini kontrak Emas untuk bulan Desember diperdagangkan di level $1818.80 per troy ons atau anjlok -0.35%.
Bursa CME mengatakan bursa berjangka masih dibuka normal setelah terkena Badai Irene selama akhir pekan di area New England. CME group menyebutkan juga semua system IT dan operasional masih dapat berfungsi seperti biasa. CME Group merupakan induk disi Comex di perdagangan NYMEX.
Tadinya sempet dikhawatirkan Badai Irene dapat menyebabkan kerusakan ke kawasan New York termasuk Wall Street sehingga menganggu bisnis, namun badai tersebut tampaknya tidak terlalu berdampak besar pada perdagangan bursa berjangka.

Bursa Seoul Dibuka Naik: Saham Bluechip

Bursa Seoul dibuka menguat 1.6% hari Senin, dipimpin oleh saham-saham bluechip seperti Hyundai Motor mengikuti penguatan di bursa saham AS hari Jumat.Indeks harga saham komposit Korea (KOSPI) naik 1.44% ke 1,804.40 poin setelah pasar dibuka.

Hang Seng Menguat: Sinopec, Perbankan Turun

Bursa Saham Hong Kong naik lebih tinggi hari Senin, bergerak naik setelah menguat pada hari Jumat di Wall Street, dengan Sinopec yang memimpin sektor energi setelah babak pertama yang mengalahkan perkiraan earnings. Indeks hang seng naik 1.3% menjadi 19,826.71, dan Hang Seng China Enterprises Index naik 1.5% menjadi 10,447.23 saat saham AS naik dan setelah Federal Reserve mengisyaratkan perekonomian AS tidak membutuhkan stimulus secepatnya.
Sinopec, secara resmi disebut China Petroleum & Chemical Corp, melonjak 4.7% setelah laporan earnings, dengan sesama energi perusahaan PetroChina Co dan CNOOC Ltd naik 2.2% dan 2.5%, masing-masing.
Sektor perbankan Cina melemah setelah Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa Beijing mengambil langkah-langkah lebih lanjut bahwa dalam persyaratan cadangan pemberi pinjaman. Bank of Communications Co dan Agriculutural Bank of China Ltd turun 0.8% masing-masing. Saham China turun tajam. Sementara itu, Shanghai Composite Index kehilangan 1,3% menjadi 2,578.91.

Minyak Mentah Menguat; Irene

Kontrak berjangka minyak mentah AS bergerak lebih tinggi pada hari Senin terkait badai tropis Irene, yang menyapu Manhattan, tapi penguatan tersebut terbatas seiring produsen sudah siap menghadapi kondisi tersebut.
Harga minyak mentah NYMEX untuk pengiriman bulan Oktober naik 17 sen pada level $85.54 per barel, setelah bertahan naik 7 sen di $85.37 pada hari Jumat terkait penguatan perusahaan-perusahaan di Wall Street.

Tapi penguatan kembali terbatas setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke berhenti merinci tindakan lebih lanjut untuk memacu ekonomi yang lesu.
Pekan lalu, harga untuk kontrak bulan depan naik $3.11 atau 3.78 persen.