Wall Street semalam (23/01) bergembira. Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) memberi sentimen berharga bagi prospek ekuitas. The Fed berketetapan menjaga suku bunga acuan tetap pada level rendah hingga 2014.
Beberapa bulan silam, otoritas moneter sempat menyebut suku bunga rendah akan berlaku hingga pertengahan 2013. Namun hasil meeting semalam menunjukkan bahwa pemerintah ingin memberi dukungan terhadap aktifitas ekonomi. Terutama menjelang masa pemilu presiden akhir 2012 mendatang. Artinya, suku bunga murah 0,25% masih akan dinikmati warga pada berbagai sektor, mulai dari lini kredit rumah, mobil hingga pinjaman kuliah.
Pasar investasi sangat diuntungkan oleh kebijakan akomodatif bank sentral. Apalagi Ben S. Bernanke juga membuka peluang akan adanya pelonggaran moneter lebih lanjut jika diperlukan. Sinyal Bernanke memunculkan kembali isu Quantitative Easing yang sempat memudar beberapa pekan belakangan. "Ekspansi neraca keuangan masih menjadi opsi, misalnya jika ancaman inflasi mengemuka," ujar sang Gubernur pada jumpa pers.
Pasca pengumuman, Dow Jones industrial average (INDU) melambung 83 poin (0.7%) setelah sempat kehilangan 95 poin di awal sesi. Sementara S&P 500 (SPX) bertambah 11 poin (0.9%) untuk menebus kerugian terdahulu sebesar 7 poin. Indeks Nasdaq (COMP) berhasil melanjutkan trend dengan tambahan 32 poin (1.1%).
Perusahaan software CA (NYSE:CA) dan Apple (AAPL) meraup gain terbesar berkat data pendapatan keduanya yang melampaui harapan. Produsen iPhone dan iPad menghasilkan profit kuartalan impresif sebesar $13 miliar, sekaligus menandai triwulan terbaik dalam sejarah penjualan Apple. Alhasil sahamnya melonjak sampai 6,2% ke level $446.66 per lembar. Sementara saham CA naik nyaris 10% ke level $25.03 per lembar.
Hasil FOMC mampu mengimbangi perkembangan isu soal negosiasi hutang Yunani, yang sudah mencuat sejak awal pekan ini. Pembicaraan informal kembali digelar hari ini, menyusul deadlock negosiasi antara kreditur dan pemerintah Athena. Yunani sangat membutuhkan kepastian ini, seraya menanti kepastian bailout dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF). Jika gagal mendapat dana segar, maka Yunani tidak akan mampu membayar hutang sebesar 14 miliar euro yang jatuh tempo 20 Maret.
0 comments:
Post a Comment