Setelah menikmati sentimen berharga dari keputusan suku bunga the Fed, Wall Street hari Kamis (26/01) akan menghadapi serbuan laporan earnings. Data tenaga kerja mingguan turut melengkapi agenda pasar hari ini.
Terdapat tiga motor penggerak harga saham Amerika Serikat (AS) malam nanti, yaitu:
1. Laporan pendapatan kuartal IV korporasi
AT&T (NYSE:T), Caterpillar (CAT) dan 3M (MMM) adalah formasi perusahaan yang layak diamati pendapatannya. Beberapa korporasi lain juga siap merilis data keuangan sebelum pasar dibuka, antara lain Nokia, Bristol-Myers Squibb, United Continental, Jet Blue, Under Armour, Potash, Lockheed-Martin, Raytheon, Time Warner Cable, dan Sherwin-Williams. Sementara Amgen, Starbucks, Juniper Networks, Motorola Mobility, KLA Tencor, Eastman Chemical dan Chubb melepas datanya pasca penutupan bursa.
2. Fokus kabar terbaru Eropa, khususnya tentang restrukturisasi hutang Yunani. Negosiasi pemangkasan tingkat kerugian yang harus diemban pihak kreditur berlangsung alot dalam satu pekan terakhir. Athena harus menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin untuk kemudian mulai melobi Uni Eropa supaya mendapat bailout sebelum Maret. Adapun krisis credit default swaps Portugal masih mengemuka, dan memicu kecemasan akan adanya bailout serupa untuk negara ini.
3. Data klaim pengangguran mingguan dilepas oleh pemerintah pukul 8.30 pagi waktu setempat. Pekan lalu, angka pengangguran secara mengejutkan dirilis pada level rendah 325.000. Namun pekan ini ceritanya mungkin berbeda. Beberapa analis memperkirakan klaim pengangguran keluar pada angka 370.000-380.000 akibat distorsi hari libur pekan lalu.
Semalam bank sentral memutuskan untuk menahan suku bunga rendah 0.25% hingga 2014 mendatang. Sikap otoritas disambut baik oleh pasar saham sehingga tiga indeks utama berhasil menguat. Pasca pengumuman, Dow Jones industrial average (INDU) melambung 83 poin (0.7%) setelah sempat kehilangan 95 poin di awal sesi. Sementara S&P 500 (SPX) bertambah 11 poin (0.9%) untuk menebus kerugian terdahulu sebesar 7 poin. Indeks Nasdaq (COMP) berhasil melanjutkan trend dengan tambahan 32 poin (1.1%).
Tidak hanya itu, Ben S. Bernanke juga memberi sinyal akan adanya pelonggaran moneter lebih lanjut. Apabila jadi diberlakukan kelak, maka aksi Quantitative Easing (QE) diprediksi mencakup pembelian obligasi senilai miliaran dollar seperti pelonggaran sebelumnya. Adapun besarannya sulit dipastikan mengingat pemerintah harus terlebih dahulu memperhitungkan tingkat urgensinya. Menurut Albertus Christian, Analis Senior Monex, Wall Street masih akan bergerak positif nanti malam. "Hasil rapat the Fed masih disambut positif oleh pasar," ujarnya.
0 comments:
Post a Comment